A. Apa Usaha-Usaha yang dapat di lakukan untuk menanamkan keima
nan pada murid/perserta didik.?
Metodik umum atau metodologi pembelajaran keimanan telah membicarakan berbagai kemungkinan metode mengajar yang dapat digunakan guru dalam menyenggarakan kegiatan belajar mengajar. Telah di sediakan metode ceramah, Tanya jawab,diskusi,metode pemberian tugas,dll. Guru dapat memilih metode yang paling tepat ia gunakan. Dalam pembelajaran keimanan,dalam hal tersebut banyak yang harus di timbangkan,antara lain:
1. Keadaan murid yang mencakup pertimbangan tentang tingkat kecerdasan,kematangan,perbedaan individu lainnya.
2. Tujuan yang hendak di capa; jika tujuan pembinaan daerah kognitif maka metode drillkurang tepat di gunakan.
3. Situasi yang mencakup hal yang umum seperti situasi kelas, situasi lingkungan, bila jumlah murid begitu besar, maka metode diskusi agak sulit di gunakan apalagi bila ruangnya tersedia kecil. Metode ceramah harus mempertimbangkan antara lain jangkauan suara guru.
4. Alat-alat yang tersedia akan mempengaruhi pemilihan metode yang akan di gunakan. Bila metode eksperimen yang akan di pakai maka alat-alat untuk eksperimen harus tersedia, di pertimbangkan juga jumlah dan mutu alat itu.
5. kemampuanpengajar tentu sanggat menetukan dalam proses belajar mengajar tersebut. Mencakup kemampuan fisik,keahlian, metode ceramah memerlukan kekuatan guru secara fisik,guru yang kuat berceramah dalam waktu yang lama. Dalam hal yang seperti ini sebaiknya ia membawakan metode yang lain,yang tidak memerlukan tenaga yang banyak.
6. Sifat bahan pengajaran. Hampir sama dengan jenis tujuan yang di pakai seperti pada poin dua di atas.ada bahan palajaran yang lebih baik di sampaikan lewat metode ceramah.
Dari banyak metode yang kita ketahui hendak nya kita lebih memfokuskan keimanan ini penerapannya pada metode CERAMAH,dan metode pemberian tugas,seperti yang kita lihat di atas memang metode keimanan ini memerlukan kekuatan guru secara fisik, Guru yang kuat ceramah dalam waktu yang lama.
Sebagai contoh kita harus menerangkan bagai mana beriman kepada Allah yang baik.
Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan.
Perintah Allah mencakup perintah alam semesta (kauni) dan perintah syara’ (syar’i). Dia adalah pengatur alam, pemutus seluruh perkara,sesuai dengan tuntutan hikmahnya. Dia juga penentu peraturan-peraturan ibadah serta hukumhukum muamalat sesuai dengan tuntutan hikmahnya. Oleh karena itu barangsiapa yang menjadikan penentu aturan-aturan ibadah selain Allah dan
penentu aturan-aturan mu`amalat selain Allah berarti ia telah menyekutukan Allah serta tidak beriman kepadanya.
1. Beriman kepada Allah.
Beriman kepada Allah maksudnya:
benar-benar mengimani bahwa Dialah Ilah yang benar dan satu satunya, tidak ada sekutu baginya. Al Ilah artinya “al ma’luh”, yakni sesuatu yang disembah dengan penuh kecintaan serta pengagungan.
IMAN KEPADA ALLAH
Iman kepada Allah mencakup empat hal:
2. Beriman kepada keberadaan Allah .
Wujud Allah telah dibuktikan oleh fitrah, akal,syara’, dan indera.
a. Bukti fitrah tentang wujud Allah adalah bahwa iman kepada sang Pencipta merupakan fitrah setiap makhluk, tanpa terlebih dahulu berpikir atau belajar. Dan kenyataan ini diakui oleh setiap orang yang memiliki fitrah yang benar yang di dalam hatinya tidak terdapat sesuatu yang memalingkannya dari fitrah ini. Rasulullah bersabda: “Semua bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, ibu bapaknyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari). Syarh Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan 18
b. Bukti akal tentang wujud Allah adalah proses penciptaan semua makhluk, bahwa semua makhluk pasti ada yang menciptakan. Karena tidak mungkin makhluk menciptakan dirinya sendiri, dan tidak mungkin pula terjadi secara kebetulan. Tidak mungkin makhluk menciptakan dirinya sendiri, karena makhluk sebelum diciptakan tentulah ia tidak ada, dan sesuatu yang tidak ada,mustahil mampu menciptakan sesuatu.Semua makhluk tidak mungkin tercipta secara kebetulan, karena setiap yang diciptakan
pasti membutuhkan pencipta. Adanya makhluk dengan aturan- aturan yang harmonis, tersusun rapi, dan adanya hubungan yang erat antara sebab dan musabab, antara alam semesta satu sama lainnya. Semua itu sama sekali menolak keberadaan seluruh makhluk secara kebetulan, karena sesuatu yang ada secara kebetulan, pada awalnya pasti tidak teratur, maka bagaimana mungkin kemudian dia menjadi teratur dan tetap bertahan teratur tanpa ada faktor lain. Kalau makhluk tidak dapat menciptakan dirinya sendiri, dan tidak tercipta secara kebetulan, maka jelaslah, makhluk-makhluk itu ada yang menciptakan, yaitu Allah Rabb semesta alam. Allah menyebutkan dalil aqli (akal) yang qath’i
dalam surat Ath- thur:Syarh Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan 19“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun,ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” ( QS. Ath-thur: 35).
Dari ayat di atas jelaslah bahwa makhluk tidak diciptakan tanpa pencipta, dan makhluk tidak menciptakan dirinya sendiri. Jadi jelaslah, yang menciptakan makhluk adalah Allah.Ketika Jubair bin Muth’im mendengar Rasulullah yang tengah membaca surat Ath-thur dan sampai kepada ayat-ayat ini:“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun,ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri)?Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu atau merekalah yang berkuasa?”( QS. At-Thur: 35-37).Ia, yang tatkala itu masih musyrik berkata,“jiwaku hampir saja melayang. Itulah permulaan menetapnya keimanan dalam hatiku.” (HR.
Bukhari).Dalam hal ini Kami ingin memberikan satu contoh. Kalau ada seseorang bercerita kepada anda tentang istana yang megah, yang dikelilingi kebunkebun,dialiri sungai-sungai, dialasi oleh hamparan permadani, dan dihiasi dengan berbagai jenis hiasan
utama dan pelengkap, lalu orang itu mengatakan kepada anda bahwa istana dengan segala kesempurnaanya ini ada dengan sendirinya, atau Syarh Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan 20 tercipta secara kebetulan tanpa pencipta, pasti anda tidak akan mempercayainya, dan menganggap perkataan itu adalah perkataan dusta dan dungu. Jika demikian halnya, apakah mungkin alam semesta yang luas ini beserta isinya; bumi, langit dan galaxygalaxy
dengan sistem yang sangat rapi dan elok tercipta dengan sendirinya atau tercipta secara kebetulan?
Tahap dan Tingkatan Iman serta Keyakinan
Tahap-tahap keimanan dalam Islam adalah:
• Dibenarkan di dalam qalbu (keyakinan mendalam akan Kebenaran yang disampaikan)
• Diikrarkan dengan lisan (menyebarkan Kebenaran)
• Diamalkan (merealisasikan iman dengan mengikuti contoh Rasul)
Tingkatan Keyakinan akan Kebenaran (Yaqin) adalah:
• Ilmul Yaqin (berdasarkan ilmu)
• 'Ainul Yaqin (berdasarkan ilmu dan bukti-bukti akan Kebenaran)
• Haqqul Yaqin (berdasarkan ilmu, bukti dan pengalaman akan Kebenaran)
Apa yang harus di lakukan agar siswa kita beriman.? Inilah ya-
ng saya anggap sebagai pembinaan sikap beragama atau pembiaan afektif tersebut. Apa dengan mengajarkan pengetahuan tentang beriman dan mengajarkan cara beriman, siswa itu akan menjadi orang yang beriman.? Tegasnya, dapatkah iman di ajarkan? Jika tidak dapat, latas apa yang dapat di lakukan dalam rangka pendidikan keimanan itu.?
1. Memberikan contoh atau teladan,
2. Membiasakan (tentunya yang baik)
3. Menegakkan kedisplin(sebenarnya ini sebagian dari pembiasaan)
4. Memberi mutivasi atau dorongan,
5. Memberikan hadiah terutama psikologis,
6. Menghukum (itu dalam rangka kedisplinan)
7. Penciptaan suasana yang berpengaru bagi pertumbuhan yang positif.
Untuk menanamkan iman kepada siswa, usaha-usaha inilah yang besar pengaruhnya .
Jika kita perhatikan ketujuh usaha itu(dan masih banyak metode-metode yang lain lagi) maka usaha-usaha itu memang banyak juga yang dapat di lakukan oleh seorang guru di sekolah. Penanaman iman yang paling efektif ialah penanaman iman yang dilakaukan orang tua di rumah. Dan karena itu pula selain guru agama perlu berkerja sama dengan orang tua siswa, juga di perlukan kerjasama yang harmonis antara guru agama dengan kepala sekolah,dengan guru-guru yang lain serta dengan seluruh aparat sekolah tempat ia mengajar.
B. Metode/strategi pembelajaran keimanan
Dapat kita defenisikan sebagai cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi pembelajaran berbeda,dan pada dasarnya semua cara itu dapat di manipulasi oleh perancang pembelajaran atau pembelajar.
• Strategi pengorganisasian pembelajaran
• Strategi penyampaian pembelajaran
• Strategi pengelolaan pembelajaran
Strategi pengorganisasian:
Adalah metode yang di gunakan untuk mengorganisasi isi bidang studi yang telah dipilih dalam pembelajaran keimanan “mengorganisasi”mengacu kepada suatu tindakan seperti pemilihan isi, penataan diagram, format,dan lainnya yang setingkat itu.
Strategi penyampaian :
Adalah Metode untuk menyampaikan pembelajaran kepada pebelajar dan atau untuk menerima serta merespon masukan yang berasal dari belajar, media pembelajaran yang menjadi kajian utama dalam strategi ini.
Strategi pengelolaan:
Adalah metode untuk menata interaksi antara pembelajar dan variabel metode pembelajaran lainnya, variabel strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian.
C. Rancangan program pembelajaran keimanan.
Pembelajaran di laksanakan dalam jangka waktu tertentu, misalnya enam tahun untuk anak SD,(Sekolah Dasar). Terdapat berbagai jenis program pembelajaran. Ada program pembelajaran yang mencakup seluruh masa belajar, misalnya enam tahun untuk tingkat anak SD dan masing-masing tiga tahun untuk SLTPdanSLTA. Di samping itu dapat program yang lebih singkat, iaitu program tahunan, semester, caturulan, dan program mingguan. Dalam proses pembelajaran di sekolah dewasa ini. Pada umumnya hanya di tuntut menyusun dua macam program pembelajaran.
1. Program untuk jangka waktu yang panjang, yaitu program tahunan, semester, atau catur ulan,
2. Program untuk jangka pendek,yaitu program untuk setiap pokok bahasan/satuan bahasan.
Sumber
http//www.imaliadi.blogspot.com
im4li4di@gmail.com
m4lmotor@gmail.com
Hp: 081374605706